Siswa SMP Terganggu Dengan Nomor Soal UN Acak

134

PIJAKAN. COM. – Hari pertama pelaksanaan ujian nasional tingkat sekolah menengah pertama di Kota Bekasi berjalan lancar. Meski begitu, ada insiden kecil yang agak mengganggu konsentrasi siswa.

“Ada keluhan karena nomor urut soal mengacak,” kata Kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan Kota Bekasi Agus Enap, Senin, 5 Mei 2014. Akibat acaknya nomor urut soal tersebut, para siswa merasa terganggu. “Butuh ekstra hati-hati dalam mengerjakannya,” ujarnya.

Agus mengatakan sejauh ini baru satu sekolah yang melaporkan masalah tersebut ke Dinas Pendidikan. “Secara keseluruhan, belum ada.” Ia menambahkan, tak semua soal bahasa Indonesia mengalami masalah seperti yang dilaporkan tersebut. “Mungkin ada beberapa sekolah. Tapi, sampai saat ini baru satu,” ujarnya

Meskipun soal yang nomor urutnya acak itu tetap dikerjakan hingga selesai. Namun, sebelum para siswa mengerjakan soal itu, pengawas ujian dan sejumlah pihak terkait membuat kesepakatan terlebih dahulu. Mereka mengingatkan peserta agar meneliti nomor urut soal itu. “Sebelum dikerjakan, disepakati dulu,” katanya.

Baca juga:  Ketua Fraksi PPP: Permintaan Turki Kurang Tepat Terkait Penutupan lembaga Pendidikan

Setelah soal selesai dikerjakan, Agus melanjutkan, seluruh pihak yang terlibat seperti kepala sekolah dan pengawas independen menandatangani berita acara. Setelah itu, lembar jawaban dan soal baru diserahkan ke subrayon. “Tidak ada kendala,” kata Agus.

Agus memastikan, dalam soal bahasa Indonesia tak ditemukan penulisan sosok Jokowi seperti yang terjadi dalam soal ujian nasional tingkat SMA.

Ujian nasional di Kota Bekasi diikuti oleh 28.646 pelajar sekolah menengah pertama dan 5.089 madrasah tsanawiyah. Sedangkan jumlah ruangan yang digunakan sebanyak 1.548 kelas milik sekolah menengah pertama dan 290 milik madrasah tsanawiyah. “Pengawas dengan sistem acak. Tidak ada guru yang mengawasi sekolah tempatnya mengajar, ” ujar Agus. (Baca: Ujian Nasional Tahun Ini Istimewa, Kenapa?)

SHARE

Kirim Komentar