SBY dan Ibas tak Berani Jadi Saksi, Anas Tak Terkejut

100

 PIJAKAN. COM. – Anas Urbaningrum, tidak terkejut dengan penolakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono untuk diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi meringankan dalam perkara kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek Hambalang yang menjerat Anas.

Sebelumnya, Anas meminta KPK untuk memeriksa SBY dan Ibas sebagai saksi meringankan. Selaku tersangka, dia berhak mengajukan saksi meringankan. Akhir April lalu, KPK melayangkan surat panggilan kepada SBY dan Ibas untuk diperiksa sebagai saksi meringankan bagi Anas. Surat itu diterima SBY dan Ibas pada 25 April 2014.

Tiga hari kemudian, SBY dan Ibas menyampaikan kepada KPK melalui surat yang isinya menolak untuk diperiksa sebagai saksi meringankan bagi Anas.

Menurut Anas, sedianya KPK tidak memanggil SBY dan Ibas sebagai saksi meringankan melainkan sebagai saksi fakta. Anas menilai, KPK seharusnya memanggil SBY dan Ibas sebagai saksi tanpa perlu diminta Anas.

“Saya tahu yang namanya presiden dan anak presiden itu sulit untuk tanda tangan surat pemanggilan itu,” kata Anas, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (5/5/2014), seusai diperiksa sebagai tersangka.

“Kalau Pak SBY dan Mas Ibas dipanggil sebagai saksi fakta yang seharusnya memang dipanggil, kan tidak perlu saya mengajukan sebagai saksi meringankan,” ujarnya.

Baca juga:  Polres Sukabumi : Emon Segera Diadili

Pihak Anas menilai SBY dan Ibas patut diperiksa KPK untuk menjelaskan mengenai Kongres Partai Demokrat 2010. Diduga, ada aliran dana korupsi proyek Hambalang untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum dalam Kongres tersebut.

Pengacara Anas, Firman Wijaya juga menyebut SBY memberikan uang kepada Anas yang kemudian digunakan untuk membayar uang muka pembelian Toyota Harrier. Mobil tersebut menjadi bagian gratifikasi yang diduga diterima Anas terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya.

Sementara itu, anggota tim pengacara SBY dan keluarga, Palmer Situmorang mengatakan bahwa SBY dan Ibas tidak bersedia diperiksa sebagai saksi meringankan karena menilai perkara yang menjerat Anas tidak ada relevansinya dengan mereka berdua.

Palmer juga mengatakan, kliennya merasa tidak memiliki pengetahuan apa pun terkait dengan substansi perkara dugaan korupsi dan pencucian uang terkait proyek Hambalang yang menjerat Anas tersebut. Sebelumnya Palmer juga membantah tudingan-tudingan Anas yang dilancarkan kepada SBY dan Ibas. Dia menyayangkan cara-cara tim kuasa hukum Anas yang dinilainya mengedepankan upaya publikasi daripada pendekatan hukum.

SHARE

Kirim Komentar