Prabowo dan Ical Capres, Aktivis 98 Aksi

103

Pijakan. Com. Minggu(4/5) Berkumpul Sekitar 60 orang yang mengatasnamanakan aktivis reformasi 1998 di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat. Mereka merupakan aktivis Forum Kota, FKSMJ, Forum Bersama, Keluarga Besar UI, Fam (Forum Aktivis Mahasiswa) UI, FIS, LMND, dan alumni Pijar. Hadir pula dalam acara ini, politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu.

 “Dulu jelas kita menghancurkan Orde Baru. Siapa Orde Baru? ABRI, birokrat, Golkar itu siapa, kita sudah tahu. Kita harus semakin memperjelas siapa musuh kita. Kita belum hilang kok ingatannya,” kata aktivis dari Keluarga Besar Universitas Indonesia (KBUI) Sukma Widiyanti.

Mereka menilai Prabowo Subianto punya beban masa lalu terkait penculikan, kekerasan terhadap masyarakat sipil, dan sejumlah kasus pelanggaran HAM lainnya. Sementara Ical (Aburizal), dinilai mereka berasal dari partai yang berkaitan erat dengan Orde Baru, yakni Partai Golkar.

Mereka menyatakan menolak calon presiden yang dianggap memiliki beban masa lalu, seperti pelanggaran hak asasi manusia dan keterkaitan mereka dengan Orde Baru. Dua nama capres yang mereka sebut memiliki beban masa lalu adalah Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie.

Ical juga dinilai harus bertanggung jawab soal kasus perusahaannya yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
“Kita masih ingat peristiwa Semanggi I dan Semanggi II, dan peristiwa sebelumnya. Itulah fase panjang yang dilewati aktivis ’98. Aktivis ’98 melewati perjalanan hampir empat tahun di jalanan. Jangan sampai kita jadi amnesia,” kata salah satu aktivis, Firman Tendri.

Baca juga:  Kejagung Dan Kinerja yang Tak Beraturan

Masinton Pasaribu mencoba memotret realitas pencapresan saat ini. Menurutnya, orang yang seharusnya diseret ke pengadilan ad hoc soal pelanggaran HAM malah minta dipilih menjadi presiden.

“Kita mendukung orang yang bukan bagian dari rezim Orde Baru. Siapa yang generasi baru? Praktis jokowi. Aburizal Bakrie bagian rezim Orba, Prabowo juga. Kan praktis pilihan ada pada Jokowi,” tutur Masinton.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta isu HAM tidak dipolitisasi. Menurut dia kasus HAM sengaja dicari-cari untuk menjatuhkan Prabowo yang menjadi calon presiden dari Gerindra.

“Pak Prabowo itu tidak terlibat dalam pelanggaran HAM. Kan sudah saya bilang berkali-kali. Sekarang ini isu HAM justru dimanfaatkan oleh lawan politik dan sebagian LSM saja,” kata dia. 

SHARE

Kirim Komentar