Nilai Prabowo Figur Kuat dan Nasionalis elite PPP Sumut

103

Pijakan. com Minggu (5/4). Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Barat Yulfadri Nurdin mengatakan 24 pengurus wilayah PPP sepakat mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dari Partai Gerindra. Kesepakatan tersebut, kata dia, disampaikan  dalam pertemuan pengurus daerah dan wilayah dengan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di Jakarta, Jumat malam, 2 Mei 2014

“Kami sepakat mendukung Prabowo sebagai calon presiden,” ujar Yulfadri di Padang, Sabtu, 3 Mei 2014. Menurut dia, dalam pertemuan itu hanya sembilan DPW yang tak hadir, di antaranya DPW Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sumatera Utara, dan Bangka Belitung.

Prabowo juga dinilai lebih dekat dengan petani dan mengerti persoalan ekonomi kerakyatan. “Dengan pemikiran-pemikiran itulah kawan-kawan lebih memilih dia dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu,” ujar Yulfadri.

Yulfadri mengakui bahwa pertemuan itu digelar untuk menyerap aspirasi dari pengurus daerah guna menetapkan arah koalisi dalam pemilihan presiden mendatang. “Tak ada intevensi dari ketua umum (Suryadharma Ali). Dukungan bulat seratus persen untuk Prabowo,” ujar Yulfadri.

Baca juga:  Ridwan Saidi:Masyarakat Betawi condong Ke Prabowo

PPP mendukung Prabowo sebagai calon presiden karena Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga membutuhkan figur yang kuat dan nasionalis. “Dan pastinya berpengalaman,” ujar Yilfadri.

Alasan lain, kata dia, pendiri partai Gerindra itu dekat dengan umat Islam. “Syarat hubungan dengan Islam,” ujarnya. Yulfadri mengatakan Prabowo memiliki nilai lebih dibanding capres lainnya, yaitu mampu menjalin komunikasi dengan semua pihak serta mandiri dalam berpikir dan berbuat. “Tak disetir atau dipengaruhi oleh orang-orang tertentu,” ujarnya.

Yulfadri mengakui, dalam pertemuan tersebut, dukungan terhadap Prabowo hanya disepakati secara lisan. Tak ada kesepakatan tertulis. Ihwal calon presiden Joko Widodo, dia menilai mantan Wali Kota Solo itu belum memiliki pengalaman dalam memimpin. “Terlalu cepat dan belum teruji.”

SHARE

Kirim Komentar