Menangkan Anies-Sandi untuk Menolong Rakyat Jelata Cegah Politik Dinasti

112

Oleh Musni Umar Sosiolog, Rektor Univ. Ibnu Chaldun Jakarta

Sebagai sosiolog, saya membiasakan blusukan untuk memotret kehidupan rakyat jelata.

Kemarin pagi saya blusukan di kawasan Cipete Selatan, Cilandak, dan insya Allah hari ini di Pondok Labu, Jakarta Selatan

Banyak Bersyukur

Sering turun ke rakyat bawah, berdialog dan mendengarkan curahan hati mereka banyak sekali hikmahnya. Diantaranya kita terdorong untuk peduli dan terpanggil untuk memperjuangkan perbaikan nasib rakyat jelata.

Selain itu, kita semakin bersyukur kepada Allah, karena ternyata kita termasuk yang banyak mendapat nikmat Allah dan beruntung dalam hidup ini.

Selanjutnya,
nongkrong sejenak bersama rakyat jelata sembari mendengar curhat mereka, kita mendapat pelajaran sekaligus merasakan derita rakyat jelata, sehingga memberi energi kepada kita untuk memperjuangkan perbaikan nasib mereka.

Ekonomi Rakyat dan Pendidikan

Menurut mereka,
kehidupan rakyat bawah saat ini sangat sulit. Mereka banyak menyebut era Presiden Soeharto yang gampang cari pekerjaan dan murah sembako.

Sekarang sulit mencari pekerjaan dan tidak ada bisnis yang bisa dilakulan dan memberi keuntungan yang bisa menyambung hidup kecuali bisnis makanan.

Daya beli rakyat bawah merosot tajam dan dapat dikatakan tidak ada. Akibatnya tidak ada bisnis yg bisa mereka lakukan.
Mereka hanya bisa bertahan hidup tanpa melihat secercah ada masa depan.

Tiap hari mereka stres memikirkan sulitnya hidup dan mahalnya sembako.

Persoalan kedua yang mereka keluhkan adalah pendidikan anak-anak mereka.

Pendidikan rakyat jelata rendah karena untuk hidup saja sulit apalagi mau menyekolahkan anak ke jenjang yang tinggi sampai di universitas.

KJP (Kartu Jakarta Pintar) menurut mereka belum bisa memberi solusi bagi peningkatan pendidikan rakyat jelata.

Baca juga:  Demo 4 November Akibat buah Mulut "AHOK" oleh: Yusril Ihza Mahendra

Saya menawarkan solusi untuk mengubah ketidakadilan dan membangun masa depan, mereka setuju.
Pertama, APBD DKI yang jumlahnya hampir 70 triliun rupiah harus menjadi instrumen utk memajukan ekonomi rakyat dan menciptakan keadilan ekonomi. Bukan seperti sekarang uang APBD hanya untuk pembangunan infra struktur dan dibagikan ke berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menambah modal.

Kedua, memberi perioritas pada pendidikan dengan mendirikan Komisi Beasiswa di DKI. Sumber dananya dari CSR, APBD, hibah dan perseorangan.
Tujuannya utk memberi beasiswa anak-anak rakyat jelata dengan konsep satu keluarga miskin satu sarjana.

Anies-Sandi Solusinya

Untuk bisa mewujudkan ekonomi rakyat dan pendidikan bagi rakyat jelata, jawabannya dengan memenangkan Anies-Sandi dalam Pilgub DKI yang konsepnya membangun ekonomi ekonomi dan pendidikan bagi rakyat jelata.

Para senior dan yunior HMI serta para pejuang rakyat; saatnya turun menyapa rakyat jelata dengan memberi harapan dan solusi dengan memberi pencerahan dan penyadaran bahwa solusi politik dengan memenangkan Anies-Sandi dalam Pilgub DKI 2017.

Sebaiknya kita berhenti mendukung politik Dinasti karena pasti merugikan masa depan kita sebagai bangsa dan negara.

Jika berhasil politik dinasti ala SBY, maka akan menginspirasi dan semakin mendorong maraknya politik dinasti di negara kita sebab para pemimpin partai politik di negeri ini akan semakin berlomba mewujudkan politik dinasti.

Ayo bersatu, lepaskan kepentingan sesaat dan prilaku pragmatis demi masa depan politik Indonesia yang berdaulat dan bertahta di hati rakyat.

SHARE

Kirim Komentar