KPK :Kasus e-KTP Siapa Takut

86

PIJAKAN. COM. – KPK hari ini melakukan penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri tahun anggaran 2011-2012. Setidaknya, dalam penggeledahan ini terdapat dua tempat yang ‘diobok-obok’.

 Seperti yang diungkapkan langsung juru bicara KPK, Johan Budi SP saat dikonfirmasi. Menurut dia, dua tempat itu merupakan kantor dan rumah mantan direktur Perum Percetakan Negara RI, Isnu Edhi Wijaya.

Seperti diketahui, KPK pernah meminta pihak Imigrasi mencegah Isnu berpergian ke luar negeri. Dalam kasus ini, KPK juga sudah menetapkan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto sebagai tersangka.?

Selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Sugiharto diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek tersebut. Menurut perhitungan sementara KPK, nilai kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp 1,12 triliun.?

Baca juga:  JK : Ditanya SMS, Sri Mulyani tak mampu menjawab

“Perlu diinformasikan bahwa siang ini, terkait dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP dengan tersangka Sugiharto,” kata juru bicara KPK, Johan Budi SP.

“Pertama penggeledahan di kantor PNRI di Jalan Percetakan Negara Nomor 31 dan kedua rumah mantan Direktur PNRI (Isnu) di Jalan Pondok Jaya 3 Nomor 24, Jakarta Selatan,” imbuhnya.

Johan menambahkan, sejauh inu penggeledahan masih terus berlangsung.

“Sampai saat ini (penggeledahan) masih berlangsung,” ujarnya.

SHARE

Kirim Komentar