Kapal Selam Nazi Ditemukan Dijawa

105

Pijakan.Com.-Pasukan Katak Armada Timur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menyingkap temuan bangkai kapal selam milik Jerman yang tenggelam 70 tahun lalu di perairan Laut Jawa. Bangkai Kapal yang kini sengaja dibiarkan di dasar laut itu, hingga kini masih menyisakan misteri.

Pemimpin ekspedisi penemuan kapal yang diduga milik pasukan Nazi Jerman itu,  Mayor Laut (P) Yudho Ponco, mengatakan, dari temuan mereka di lokasi, bangkai kapal itu hanya tersisa sepanjang 30 meter. Sedangkan sisanya yang juga diperkirakan sepanjang 30 meter, tidak diketahui keberadaannya.

Hal itu disampaikan Yudho saat mengungkapkan hasil temuan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Duta Besar Jerman, Georg Witschel, di Kantor BPPT Jakarta Pusat, Kamis 11 Desember 2014.

“Potongan kapal selam ini kami temukan di kedalaman laut 25 meter di atas Kepulauan Karimun Jawa. Perkiraan kami potongan sisa kapal lainnya tenggelam di laut dalam yang tidak jauh dari lokasi penemuan,” ujar Yudho.

Menurut Komandan Detasemen Paska Armatim TNI AL itu, dari hasil temuan, diketahui kondisi kapal selam yang tersisa masih cukup utuh. Hanya beberapa bagian tertentu yang terlihat rusak akibat serangan torpedo yang menjadi penyebab tenggelamnya kapal. Tim menurutnya juga menemukan sejumlah peralatan makan, sepatu dan peralatan selam milik kru kapal. Semuanya masih terjaga baik meskipun sebagian sudah diselimuti karang.

Baca juga:  Briptu Eka Frestya Akhiri Masa Lajang

“Kami juga menemukan lambang swastika di piring makan mereka. Termasuk dua tengkorak kru kapal yang terjepit di dinding kapal,” ujarnya.

Yudho mengatakan yang paling menarik, tim penyelam juga menemukan sebuah peralatan selam khusus yang digunakan kru kapal untuk kondisi darurat. Alat berupa baju pelampung yang dilengkapi alat selam itu telah dikonfirmasi ke Jerman. Jerman juga telah membenarkan benar alat itu hasil produksi mereka.

“Alat itu dinamakan Drager Tauchretter dan hingga kini pabriknya masih beroperasi di Jerman. Dugaan kami, alat inilah yang kemudian membantu para kru kapal menyelamatkan diri saat ledakan terjadi,” katanya.

Yudho berharap, lewat temuan itu selain dapat membantu informasi tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia juga meminta agar pemerintah dapat memberikan perlakuan khusus pada temuan itu. Sehingga dapat meminimalisir ancaman kerusakan atau kehilangan bangkai kapal itu.

“Kami harap jadi sumbangsih data. Sehingga bisa lebih dikembangkan dan dijaga keberadaannya,” ujarnya. (ren)

SHARE

Kirim Komentar