Harga minyak Turun, Pengaruhi Kinerja Chevron

96

Pijakan. Com. Minggu (4/5). Menurunnya produksi dan melemahnya harga minyak mentah dunia mempengaruhi kinerja Chevron Corporation pada kuartal pertama tahun ini. Sebagai produsen minyak terbesar kedua di Amerika Serikat (AS), perolehan penjualan tersebut di bawah ekspektasi Wall Street sebelumnya.

CEO Chevron Corporation John Watson menyatakan melemahnya harga minyak mentah sebagai salah satu faktor ekonomi global yang mempengaruhi kinerja perusahaan. “Hal tersebut yang makin memperburuk anjloknya produksi akibat cuaca buruk di Kazakstan, di mana terdapat dua lapangan minyak terbesarnya yang dimiliki Chevron,” ujar Watson seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 2 Mei 2014

Seperti diketahui, Chevron tak seperti perusahaan energi besar lainnya karena lebih banyak memasok minyak mentah ke AS ketimbang gas alam. Karena itu pula, perusahaan-perusahaan lainnya terbantu sepanjang beberapa tahun belakangan ini–harga gas alam berada stabil selama sepanjang sepuluh tahun terakhir. (Baca: Gangguan Kabut Asap Riau, Chevron Paling Merugi)

Hal ini terlihat dari meski pada kuartal pertama ini musim dingin di AS telah sedikitnya mendorong kenaikan harga gas 50 persen ketimbang periode serupa tahun lalu, Chevron tak terimbas positif. Pasalnya, kinerja Chevron tetap tertinggal oleh pesaingnya: Exxon Mobil Corporation dan ConocoPhillips.

Akibat penurunan harga minyak mentah Chevron sekitar 4 persen, perusahaan hanya mencetak penjualan US$ 4,51 miliar atau US$ 2,36 per lembar saham. Angka ini turun drastis dibanding kuartal yang sama tahun lalu dengan penjualan US$ 6,18 miliar atau US$ 3,18 per lembar saham.

Baca juga:  Drama Mukruf Mundur, Preeport Perpanjang Kontrak

Jika dikalkulasi produksinya di seluruh dunia, produksi Chevron turun 2 persen menjadi 2,59 juta barel per hari (BOEPD). Angka tersebut bertolak belakang dengan pencapaian Exxon dan ConocoPhillips yang pada Kamis lalu mencatat keuntungan jauh di atas prediksi Wall Street. (Baca: Petaka Asap Ancam Produksi Minyak Nasional)

Kedua perusahaan yang memproduksi lebih banyak gas alamnya di AS ketimbang Chevron itu juga terimbas kenaikan harga gas alam pada kuartal pertama kemarin. Hal tersebut terlihat dari pendapatan kedua perusahaan itu yang meningkat. Chevron tercatat memproduksi 1,2 juta kaki kubik per hari (MCFD) pada kuartal terakhir tahun lalu. Sedangkan Exxon menghasilkan 3,4 MCFD di AS.

Namun ternyata kinerja perusahaan tak lantas berimbas pada harga saham Chevron di bursa efek setempat. Harga saham perusahaan itu justru naik 0,4 persen menjadi US$ 125,39 per lembar pada Jumat pagi lalu waktu setempat. Dibanding sehari sebelumnya, valuasi harga saham ini naik 6 persen dibanding enam bulan sebelumnya

SHARE

Kirim Komentar