Fakta redupnya Hiburan malam di Bulan ramadhan

98

PIJAKAN. COM.- Tempat-tempat hiburan malam mulai dari diskotik, karaoke, spa, cafe live musik, hingga panti pijat tumbuh subur di mana-mana. Tidak hanya di Jakarta, geliat kehidupan dan bisnis hiburan malam berjalan cepat di beberapa kota lain di Indonesia.

Kehidupan malam di ibu kota Jakarta tak pernah sepi. Bisnis hiburan malam selalu ramai di jantung ibu kota republik ini. Namun aktivitas dan denyut hiburan malam di Jakarta bakal sepi sebulan ke depan.

Memasuki bulan Ramadan, seluruh tempat hiburan malam wajib ikut ‘puasa’. Dengan kata lain, harus menahan diri untuk tidak beroperasi alias berhenti sementara. Kondisi ini terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia. Dasar hukumnya masing-masing dari peraturan daerah. Khusus Jakarta ada Peraturan Daerah Provinsi Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan, dan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 98 Tahun 2004 tentang tentang waktu penyelenggaraan industri pariwisata.

Berdasarkan peraturan itu, industri pariwisata diwajibkan tutup satu hari sebelum dan selama Ramadan, pada Hari Raya dan satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri. “Ada tiga kategori industri pariwisata yang masuk dalam perda nomor 10 tahun 2004. Ada yang boleh beroperasi penuh, ada yang boleh beroperasi, tapi jamnya dibatasi, dan ada yang dilarang sama sekali,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman kepada wartawan di Twin Plaza Hotel, Jakarta, Selasa (19/6). Jenis industri pariwisata yang dilarang sama sekali operasionalnya adalah, klab malam, diskotik, mandi uap, griya pijat, permainan bola ketangkasan, dan usaha bar. Bagi asosiasi pengusaha hiburan malam, tutup saat Ramadan sudah biasa dan mereka menerima konsekuensi dari aturan yang berlaku. Salah satunya omzet mereka tergerus. Kondisi ini sudah terjadi selama satu dekade. “Kami sudah 10 tahun selama Ramadan selalu mengalami penurunan omzet,” ujar Ketua Asosiasi Hiburan Malam, Adrian Maulite saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (28/6).

Baca juga:  Penjualan Pasar Farmasi Indonesia Bakal Mencapai Rp 114,5 Triliun

Selain itu, merdeka.com mencatat fakta-fakta lain di balik meredupnya bisnis hiburan malam di bulan Ramadan. Berikut paparannya.

SHARE

Kirim Komentar