Elektabilitas Prabowo naik, Jokowi terus merosot, Ical melempem

80

PIJAKAN. COM.– Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengamati elektabilitas dua kandidat kuat capres Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi). Dalam hasil temuannya, Jokowi terus merosot lima bulan terakhir, sementara Prabowo terus naik jelang pilpres.

Peneliti Senior SMRC Sirajuddin Abbas mengatakan, apabila koalisi nanti dibangun hanya berdasarkan tiga poros, PDIP, Golkar dan Gerindra, maka kandidat yang bersaing kompetitif hanya Prabowo dan Jokowi. Menurut dia, perolehan suara Capres Golkar Aburizal Bakrie tidak pernah di atas perolehan partai yakni 15 persen.

Lebih jauh Abbas mengungkapkan, pada bulan Maret 2013, elektabilitas Jokowi naik dari 41 persen dan mencapai 51 persen di bulan Desember. Namun merosot tajam di bulan Februari menjadi 39 persen dan naik lagi di bulan maret menjadi 52 persen, kemudian turun jadi 47 persen di April 2014.

“Kenaikan Jokowi lebih rendah ketimbang Pak Prabowo, kalau dilanjutkan bisa naik terus dan bertemu mungkin di bulan Juli,” ujar Abbas saat memaparkan hasil survei di Jakarta.

Baca juga:  Mahfud MD akan Lantik Tim Pemenangan Prabowo-Hatta DIY

Untuk Prabowo, kata dia, bulan Juni 2013 tingkat elektabilitas hanya 20 persen, namun di bulan April 2014 mencapai 32 persen. Sementara Ical, stagnan dikisaran 14 sampai 9 persen.

“Dalam lima bulan terakhir, dalam simulasi tiga calon, Prabowo cenderung menguat, Jokowi fluktuatif, cenderung stagnan atau sedikit melemah,” tegas dia.

Apabila SMRC melakukan riset hanya dengan dua nama calon yakni Prabowo dan Jokowi. Jarak elektabilitas keduanya hanya 16 persen di bulan April 2014.

Dia melanjutkan, pada Desember Jokowi 62 persen, Maret turun menjadi 56 persen dan April diposisi 52 persen. Untuk Prabowo, di bulan Desember hanya 23 persen, Maret 27 persen dan di bulan April meningkat menjadi 36 persen.

“Jokowi belum aman kalau melihat trendnya sepanjang 2014. Jokowi cenderung turun, Prabowo cenderung naik,” ungkap dia.

SHARE

Kirim Komentar