Dolly Di Tutup : PSK On Call Bertebaran

75

PIJAKAN. COM. -Lokalisasi Dolly yang dijadwalkan pada 19 Juni mendatang akan ditutup, hal itu akan berdampak buruk bagi wilayah Surabaya dan kota-kota penyangga. Imbas penutupan akan membuat PSK beroperasi secara sembunyi-sembunyi.
 
Laurentius Dyson, mengungkapkan, saat ini sudah beredar kabar bahwa para wanita penghibur banyak berpraktik di hotel-hotel kawasan Malang. Dengan modus si PSK dihubungi via telepon dan dijemput di suatu tempat. Kemudian dibawa ke hotel. “PSK tentu saja butuh tempat untuk mereka bisa bertahan hidup. Lokalisasi ini muncul kan hanya karena masalah uang, masalah ekonomi,” jelas Dyson.
 
bukan hanya Malang, PSK ini dikhawatirkan akan menyebar di sejumlah kota-kota sekitar Surabaya seperti Pasuruan, Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, Mojokerto hingga Jombang. Dyson juga menyoroti upaya penutupan Dolly terkait pemberian uang saku. Dalam penutupan itu, Pemkot Surabaya memberikan uang saku Rp5 Juta untuk mucikari dan PSK Rp5,5 Juta.
 
Menambah dalam penjelasanya, seharusnya mucikari tidak perlu mendapat pesangon. Pasalnya, mucikari merupakan pihak yang paling diuntungkan dengan adanya praktik prostitusi ini. “Saya nggak tahu logikanya pemerintah itu apa, masak mucikari juga dapat pesangon. Dalam logika berfikir saya, ini tidak benar,” katanya. bahakan sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya menutup Dolly, salah satunya adalah demi menyelamatkan masa depan anak-anak yang tinggal di sana. “Karena dari catatan, anak-anak yang tinggal di sekitar lokalisasi, menjadi pelaku kriminal perdagangan manusia atau mucikari cilik,” ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Baca juga:  Pemerintah Pindahkan Ibukota, Utang Semakin Menumpuk
SHARE

Kirim Komentar