Akil berharap dihukum adil di bulan Ramadan

88

PIJAKAN. COM.- Proses persidangan terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Muhammad Akil Mochtar, sudah hampir selesai. Hari ini, rencananya majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, bakal memutuskan perkara dugaan suap sengketa pemilihan kepala daerah dan pencucian uang didakwakan kepada mantan politikus Partai Golkar itu.

Melalui penasihat hukumnya, Adardam Achyar, Akil menyatakan tidak melakukan persiapan khusus. Dia hanya berharap supaya vonisnya bisa adil di bulan Ramadan kali ini.

“Persiapannya hanya doa saja. Semoga di awal Ramadan ini Allah SWT membukakan pintu maaf dan keadilan buat Pak Akil,” tulis Adardam melalui pesan singkat, Senin (30/6).

Jika tak ada hambatan, sidang pembacaan vonis buat Akil bakal digelar pukul 13.00 WIB. Tetapi sepertinya hal itu sulit terjadi lantaran jadwal persidangan perkara saban Senin selalu menumpuk.

Baca juga:  Lembaga survei manipulasi harus dipidanakan

Beberapa waktu lalu, jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Akil Mochtar dengan pidana penjara seumur hidup dan denda Rp 10 miliar. Jaksa menganggap Akil terbukti bersalah menerima suap pengurusan sengketa pilkada di MK dari sebelas kepala daerah. Jaksa juga menilai Akil terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang.

Jaksa juga menuntut mantan Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar ituu dengan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik. Yakni hak buat memilih dan dipilih.

SHARE

Kirim Komentar