Akbar Tandjung Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo

105

PIJAKAN. COM. – Pengamat politik Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad menyebut kalau sosok Ical tetap dipaksakan sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden maka tidak bisa saling melengkapi dengan pasangannya di Pilpres mendatang. Elektabilitas Ical yang menurun karena persoalan kasus lumpur Lapindo Sidoarjo serta video plesiran ke Maladewa hanya menjadi ‘serangan’ dari musuh-musuh politiknya.

Sejumlah pengamat memprediksi kalau calon presiden PDIP Joko Widodo dipasangkan dengan Jusuf Kalla, maka Prabowo Subianto terbuka peluangnya untuk merangkul Akbar Tandjung. Sosok Ketua Umum Partai Golkar yaitu Aburizal Bakrie atau Ical dianggap hanya layak sebagai sosok yang berada di belakang layar pemerintahan.

Belum lagi minimnya kemampuan Ical untuk meredam konflik di internal partai. “Baru-baru ini Pak Suhardiman suaranya keras banget buat pak Ical. Yorris, Priyo Budi juga keras kritiknya. Ini bukan akhir buat pak Ical, tapi saya rasa dia juga harus bisa baca peta politik. Ical hanya cocok jadi king maker berada di belakang layar pemerintahan dengan meminta posisi untuk Golkar. Dia tetap terhormat dan bermartabat juga,” kata Herdi di Jakarta,

Baca juga:  Jaman kediri : Kita butuh Pemimpin yang membela rakyat

Herdi pun menilai sosok Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung layak dikedepankan partainya sebagai sosok cawapres untuk Prabowo Subianto. Dibandingkan tokoh internal lain seperti Priyo Budi Santoso, menurutnya jelas Akbar Tandjung lebih layak kalau dilihat dari pengalaman politik serta kemampuannya memimpin.

“Bang Akbar bagus soal konsolidasi internal partai. Makanya ini menang di Pileg 2004. Kalau Priyo kan masih muda dan dia juga orang Jawa. Elektabiltasnya juga rendah. Pengalamannya kan juga tidak sematang Bang Akbar,” ujarnya.

Adapun pengamat peneliti senior LIPI, Siti Zuhro mengatakan kalau peluang Akbar Tandjung menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto lebih sesuai daripada cawapres Jokowi. Selain kematangan politik, karakter Akbar lebih cocok dengan Prabowo. Apalagi, Gerindra serta Golkar saat ini sedang menjalin komunikasi yang dekat.

“Kayak Obama yang minta politisi senior Joe Biden jadi wakilnya. Satunya lincah, pintar berorasi, satunya kalem. Nah, ini cocok Prabowo dan Akbar. Prabowo lincah, bagus bicara dan Akbar yang kalem tapi matang pemikiran politiknya,” sebutnya.

SHARE

Kirim Komentar