Gempur ‘Geruduk’ Kantor Gubernur Bengkulu

0
10

Bengkulu, PIJAKAN.com- Belasan pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Muda Peduli Rakyat (Gempur) Provinsi Bengkulu geruduk kantor Gubernur Bengkulu, 29/1. Mereka mendesak gubernur dan DPRD Provinsi Bengkulu mencopot Kepala Kantor wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Bustasar yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap jajarannya.

Bustasar diduga melakukan pungli pada sekolah Madrasah yang ada di Provinsi Bengkulu, berkaitan dengan biaya pemberangkatan peserta lomba Qasidah Bengkulu ke Sumatera Barat.

“Kami mendesak Plt Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu untuk merekomendasikan ke Menteri Agama RI, untuk mencopot atau mengganti Bustasar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, karena telah mencoreng pendidikan khususnya di Kementerian Agama dan Provinsi Bengkulu pada umumnya,” sampai Kelvin Aldo, yang betindak sebagai Korlap Aksi di depan kantor Gubernur Bengkulu, Senin (29/1/2018).

Kronologis dugaan tersebut bermula dari adanya dugaan instruksi langsung dari Bustasar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu saat acara Rakor Madrasah se-Provinsi Bengkulu yang dianggap sangat memberatkan kepala Madrasah.

Berdasar informasi yang terhimpun, pungutan liar tersebut bervariasi mulai dari angka 1 juta rupiah hingga 2 juta rupiah per Kepala Madrasah dengan total uang yang terkumpul sebanyak Rp 117.000.000.

Sebelumnya, Gempur sudah melayangkan laporan terhadap dugaan pungli tersebut pada Polda Bengkulu. Atas laporan tersebut, Bustasar telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polda Bengkulu.

Dalam penyampaian aspirasi ini, Gerpur tidak berhasil menemui Plt Gubernur lantaran ada kegiatan di luar kantor. Dalam hal ini, Kepala Biro Adminsitrasi dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Rehal Ikmal yang menerima perwakilan pengunjuk rasa.

Pada menyampaiannya, Rehal berjanji akan menyampaikan hal tersebut pada Plt Gubernur secepat mungkin untuk meminta petunjuk lebih lanjut.

“Kita telah menerima aspirasi adik-adik tadi, dugaan tersebut sudah dilaporkan ke Polda. Kita tidak boleh intervensi itu, silahkan aparat penegak hukum menilai dan melakukan penyelidikan,” kata Rehal Ikmal, saat usai menerima perwakilan pengunjuk rasa. [MC]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini