Penyebab Batalnya Transaksi di Toko Online yang Harus Anda Ketahui

0
51
transaksi online
Image by: yanalya / Freepik

Banyaknya kunjungan ke situs toko online kita, tidak akan memiliki arti apa-apa jika pengunjung tersebut tidak menjadi pembeli atau pelanggan tetap. Oleh karena itu sangat penting untuk menganalisis bagaimana cara mengonversinya.

Menurut studi yang dilakukan Baymard.com, sebanyak 69% calon pembeli di toko online menutup toko online yang mereka kunjungi di tengah jalan. Artinya mereka tidak menyelesaikan proses pembayaran atau bahkan tidak menyelesaikan proses checkout.

Sebagai pemilik toko online, barangkali Anda telah menguasai bagaimana cara mendapatkan jumlah kunjungan yang banyak ke website. Akan tetapi semua cara dan usaha tersebut akan menjadi sia-sia apabila pengunjung tidak melakukan pembelian atau menyelesaikan transaksi mereka.

Mengapa hal tersebut terjadi? Untuk mengetahui penyebabnya, jangan langsung menyalahkan produk yang dijual di toko online Anda. Ada kemungkinan kita melakukan kesalahan kecil pada situs toko online kita, yang menjadikan pengunjung pergi begitu saja.

Ada beberapa kesalahan lain yang menjadi penyebab urungnya terjadi konversi dari pengunjung menjadi pembeli. Apa saja penyebabnya? Tulisan berikut akan mengulas secara singkat tentang hal tersebut, berikut penjelasannya:

1. Fitur Yang Memaksa Membuat Akun

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh lembaga pendidikan di Denmark, menunjukkan sebanyak 37% pengunjung meninggalkan keranjang belanja mereka dikarenakan harus membuat akun sebelum melakukan transaksi. Benar bahwa dengan adanya proses pembuatan akun kita akan mendapatkan data pengguna untuk dijadikan sebagai aset. Namun dengan cara memaksa bisa membuat pengunjung menjadi tidak berminat.

Sebagai solusinya, toko online kita harus menyediakan dua fasilitas checkout, yaitu checkout sekaligus membuat akun dan checkout tanpa harus mendaftar/guest checkout.

2. Isian Formulir yang ribet

Benar bahwa semakin lengkap informasi tentang pembeli akan memudahkan dalam pengembangan situs ke depannya. Namun banyak juga calon pembeli sangat terganggu dengan ribetnya mengisi kolom informasi sebelum menyelesaikan proses pembelian. Sebagai calon pelanggan, saat mereka memutuskan untuk membeli, secara psikologis mereka hanya ingin proses yang simpel.

Menurut riset yang sama, sebanyak 28% calon pembeli tidak menyelesaikan proses checkout lantaran mereka merasa tidak nyaman dengan prosesnya yang panjang. Oleh karena itu, buatlah formulir pembelian atau pendaftaran sesederhana mungkin. Tujuannya agar calon pembeli bisa dengan mudah mengisi data yang dibutuhkan.

Onepage checkout (halaman checkout di satu halaman) dengan mengurangi field input yang tidak perlu adalah salah satu contoh implementasi dari formulir yang sederhana.

3. Sedikitnya testimoni

Bisnis online adalah bisnis berbasis kepercayaan, sebab kepercayaan adalah modal paling kuat dalam transaksi online. Jika dalam kegiatan jual beli konvensional terjadi pertemuan langsung antara penjual dan pembeli, maka tidak demikian dengan jual beli online. Penjual dan pembeli dalam transaksi online tidak bertatap muka secara langsung, bahkan juga tidak mengenal satu sama lain. Testimoni dan ulasan pembeli adalah salah satu cara yang dapat membantu kita membangun kredibilitas dan kepercayaan dalam bisnis, baik di mata pembeli maupun mitra bisnis.

Ketika seseorang melihat orang lain telah membeli produk dari situs toko online Anda dan menemukan produk Anda layak untuk dibeli, maka testimoni ini akan memberi pengaruh kepada calon pembeli lainnya.

Selain untuk menumbuhkan kepercayaan, testimoni juga memiliki manfaat lain, di antaranya: sebagai bahan evaluasi, bahan beriklan, dan bentuk apresiasi kepada pembeli.

4. Tidak menjelaskan jaminan keamanan transaksi

Mungkin kita telah memiliki proses otorisasi pembayaran yang dijamin keamanannya sesuai dengan standar yang berlaku. Namun jika kita tidak menjelaskannya dengan jelas di halaman checkout, hal tersebut dapat menyebabkan perginya pembeli.

Sebab pelanggan perlu merasa yakin bahwa pembayaran mereka akan ditangani dengan aman. Penjelasan tentang keamanan pembayaran akan sangat membantu meyakinkan mereka bahwa toko online kita tidak akan menipu mereka.

5. Situs tidak mobile friendly

Apa itu mobile friendly? Mobile friendly adalah situs yang dioptimasi untuk perangkat mobile. Sebagian orang mengenalnya dengan nama website responsive, merujuk pada kemampuannya untuk ‘beradaptasi’ pada berbagai macam ukuran layar perangkat berbeda. Ukuran, layout, serta konten website Anda dapat secara otomatis menyesuaikan perangkat yang digunakan pengunjung untuk mengakses.

Mengapa situs toko online Anda harus mobile friendly? Perhatikan data-data berikut ini:

  1. Menurut Statista, sebanyak 23% semua pembelian di situs e-commerce dilakukan dengan menggunakan perangkat mobile.
  2. Menurut data dari Google Consumer Survey pada tahun 2014-2015, dalam setiap harinya ada 78% orang Indonesia melakukan pencarian terhadap kategori perabotan rumah tangga melalui perangkat smartphone.
  3. Survei yang dilakukan oleh APJII menunjukkan, pada 2016 penetrasi pengguna internet di Indonesia telah mencapai 132,7 juta dari total populasi penduduk sebesar 256,2 juta jiwa. Dari 132,7 juta pengguna internet itu, ditemukan akses melalui perangkat mobile sangat mendominasi dengan persentase 69,9% atau 92,8 juta pengguna.

Melihat data di atas, apabila situs toko online kita tidak dioptimalkan untuk pengguna mobile, maka besar kemungkinan kita akan kehilangan konversi kunjungan dan pembelian. Untuk itu sangat penting untuk memastikan tampilan situs kita telah dioptimalkan untuk perangkat seluler. Jangan lupa sediakan juga opsi Add to Wishlist untuk konsumen yang lebih memilih menyelesaikan pembelian mereka dari perangkat dekstop.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini